close

√ Inilah 5 Hal Yang Menyebabkan Hati Menjadi Keras






style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="2738828734"
data-ad-format="link"
data-full-width-responsive="true">



Seorang muslim seharusnya memiliki kelembutan hati. Hati yang lembut akan gampang dalam mendapatkan kebenaran dan kebaikan, gampang dalam menuntut ilmu, gampang mendapatkan hidayah, gampang mendapatkan kelebihan orang lain dan banyak sekali sifat baik lainnya.


Sementara hati yang keras akan memunculkan sifat dan sikap yang kurang baik dan merasa berat dalam menjalankan ibadah.


Allah Telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar kesudahannya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi lembut kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya, dan barangsiapa yang disesatkan Allah, pasti tak ada baginya seorang pemimpin pun”. (QS Az-Zumar: 23)


Jika hati sudah terlanjur keras, maka untuk melembutkannya bukanlah pekerjaan yang mudah. Bahkan bagi sebagian orang ia lebih berat ketimbang pekerjaan lain semisal bersedekah.


Karena itu, Abdullah bin Umar mengatakan, “Sungguh menangis lantaran takut kepada Allah SWT lebih saya cintai daripada beramal dengan 1000 dinar.” Mungkin maksud Abdullah bin Umar, menangis lantaran Allah lebih berat dibanding beramal 1000 dinar.






style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="7622477994">




Rasulullah SAW berlindung dari hati yang keras dan tidak khusyu’.


 اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع ومن قلب لا يخشع ومن نفس لا تشبع ومن دعوة لا يستجاب لها. رواه مسلم


Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan”. [HR. Muslim]


Ada lima hal yang mengakibatkan hati seseorang menjadi keras. Kelima hal ini harus dihindari sehingga terbebas dari penyakit keras hati.


1. Terlalu Banyak Makan


Seorang muslim seharusnya memiliki kelembutan hati √ Inilah 5 Hal yang Menyebabkan Hati Menjadi Keras
www.pritikin.com

Dari Bisyr bin Harits, “Dua hal yang mengeraskan hati; banyak bicara dan banyak makan.”






style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="3640846867">




Dalam bahasa Arab makan dikala belum lapar dikenal juga dengan والأكل من غير جوع. Ketika seseorang terlalu banyak makan, maka orang tersebut telah mengikuti hawa nafsu dari perutnya.


Selain sanggup menciptakan hati menjadi keras, terlalu banyak makan juga sanggup mengakibatkan sifat malas, berat tubuh tidak ideal, gampang terjangkit penyakit dan akan sulit untuk berpikir. Rasulullah SAW bersabda:


مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أَكَلَاتٍ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ


Tidak ada wadah paling jelek yang diisi insan selain perutnya, cukuplah seorang anak Adam makan beberapa suap kuliner saja yang sanggup mengokohkan tulang punggungnya. Jika memang ia harus mengisi perutnya maka hendaknya ia memperlihatkan sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya”. [HR. At-Tirmidzi]


2. Terlalu Banyak Bicara


Rasulullah SAW bersabda:


لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ


Tidak akan lurus keyakinan seorang hamba sampai lurus hatinya. Dan tidak akan lurus hatinya sampai lurus lisannya”. [ HR. Ahmad ]


Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata benar atau diam”. [HR. Muslim, Baihaqi dan lainnya]


Islam mengajarkan umatnya untuk bicara yang baik, bila tidak sanggup maka lebih baik diam. Sebab keimanan seseorang terkait erat dengan sejauh mana seseorang menjaga lisannya.


Terlalu banyak bicara akan mengeraskan hati. Sebab, semakin banyak bicara, kemungkinan akan semakin banyak salah.





style="display:block; text-align:center;"
data-ad-layout="in-article"
data-ad-format="fluid"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="9136716124">




Firman Allah, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh  bersedekah, berbuat ma’ruf, atau perdamaian di antara manusia”. (QS An-Nisa’:114)


Rasulullah bersabda: “Beruntunglah orang yang sanggup menahan kelebihan bicaranya, dan menginfakkan kelebihan hartanya”. [HR. Baihaqi]






style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="4295452985">




Ibrahim At Taymiy berkata: “Seorang mukmin dikala hendak berbicara, ia berpikir dahulu, bila bermanfaat dia ucapkan, dan bila tidak maka tidak diucapkan. Sedangkan orang fajir (durhaka) sesungguhnya lisannya mengalir saja”.


Berkata Yazid ibn Abi Hubaib: ”Di antara fitnah orang alim ialah dikala ia lebih bahagia berbicara daripada mendengarkan. Jika orang lain sudah cukup berbicara, maka mendengarkan ialah keselamatan, dan dalam berbicara ada polesan, perhiasan dan pengurangan”.


3. Terlalu Banyak Tertawa


Seorang muslim seharusnya memiliki kelembutan hati √ Inilah 5 Hal yang Menyebabkan Hati Menjadi Keras





style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="6135148267"
data-ad-format="link"
data-full-width-responsive="true">




www.nydailynews.com

Rasulullah SAW bersabda: “Banyak tertawa itu mematikan hati”. [HR. Ahmad]


Tertawa bukan hal yang dilarang, Rasulullah sendiri pernah tertawa namun itu dilakukan sewajarnya. Karena itu ditegaskan di awal bahwa dia banyak menangis dan sedikit tertawa.


Tertawa tanpa lantaran dalam bahasa Arab dikenal juga dengan الضحك من غير عجب. Tertawa sendiri dalam bahasa Arab ada tiga jenis yaitu الضحك, قهقهة dan تبسم. . Yang dihentikan dalam Islam lantaran sanggup menciptakan hati menjadi keras ialah قهقهة. Qahqahah (قهقهة) disebut juga dengan tertawa ala setan.


Qahqahah ialah tertawa melebihi dari kebiasaan dan diikuti dengan memukul-mukul diri. Sementara الضحك ialah tertawa biasa, hukumnya boleh saja asal tidak berlebihan dan sanggup menjadi makruh bila berlebihan.


Tertawa yang paling baik ialah تبسم. Ini ialah jenis tertawa para Rasul. Tertawa jenis ini bahkan dianjurkan dalam Islam.Rasulullah Saw melarang banyak tertawa, sebagaimana dalam sebuah hadits :


أقِلَّ الضَّحِك ، فَإن كَثْرَة الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ


Sedikitkanlah tertawa, lantaran banyak tertawa akan mematikan hati”. [Shahih adabul mufrad : 252]


4. Teman Buruk


Seorang muslim seharusnya memiliki kelembutan hati √ Inilah 5 Hal yang Menyebabkan Hati Menjadi Keras
www.youtube.com

Dan (Ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: Aduhai kiranya (dulu) Aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.’ Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya Aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu sobat akrab(ku). Sesungguhnya dia Telah menyesatkan Aku dari Al Alquran dikala Al Alquran itu Telah tiba kepadaku. dan ialah syaitan itu tidak mau menolong manusia”. (Al-Furqan: 27-29)


Sebagian ulama salaf berkata, “Kerasnya hati lantaran empat hal: melampui batas; makan, tidur, bicara, pergaulan”.


Rasulullah saw bersabda:


” المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل “


Seseorang itu tergantung kepada agama sobat dekatnya. Maka hendaklah seseorang melihat siapa yang dijadikan sobat dekatnya”. [HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud, dihasankan oleh Al-Albani]


5. Melakukan Dosa Besar atau Kecil


Allah SWT berfirman:


كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


Sekali-kali tidak (demikian), bahu-membahu apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. (QS. Al Muthoffifin: 14)


Makna ayat di atas diterangkan dalam hadits berikut:


Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia bersabda, “Seorang hamba apabila melaksanakan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut sampai menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan ‘ar raan’ yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), bahu-membahu apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. [HR Tirmidzi]


Itulah lima hal yang sanggup menciptakan hati menjadi keras. Sebenarnya, penyebab hati menjadi keras bukan hanya lima hal tersebut saja. Namun kelima hal tersebutlah yang paling sering dijumpai dalam masyarakat.




style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="6135148267"
data-ad-format="link"
data-full-width-responsive="true">




Jika, ada kritik, saran dan perhiasan silahkan ditulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat dan terimakasih.



style="display:block"
data-ad-format="autorelaxed"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="6399230277">





Sumber aciknadzirah.blogspot.com
Next Post Previous Post