close

√ Sistem Crossover Pada Speaker Elektronik

Daftar Isi [Tutup]

    Sistem crossover pada speaker elektronikCrossover yaitu alat yang dipakai untuk memisahkan sinyal bunyi menurut range frequency pada output Amplifier menuju speaker. Tujuan nya yaitu untuk menciptakan bunyi yang dihasilkan sanggup terdefinisi dengan terperinci dan juga untuk mengamankan speaker dari kerusakan akhir tidak sesuainya respon frequency yang diberikan.



    Pada sistem pemisah frekuensi sinyal bunyi audio ada dua macam yaitu:


    Pertama crossover pasif 


    Crossover pasif dengan cara pemisah (filter) bunyi tanpa memerlukan sumber arus listrik, umumnya ditempatkan dalam kotak speaker terbuat dari rangkaian L dan C yaitu lilitan kawat tembaga dan Elco.

    Kedua crossover aktif 


    Crossover aktif berupa rangkaian elektronik memerlukan tegangan dan arus bentuk rangkaian filter R (resistor) dengan C (condencator) dan semikonduktor sanggup IC atau Transistor. Dalam hal ini, terdapat beberapa sistem cross over, yaitu sistem dua jalur, tiga jalur, dan empat jalur.


    Sistem dua jalur


    Penggunaan speaker elektronik yang paling sederhana yaitu sistem 2 jalur atau sistem bi-amp, yang sanggup memberi hasil yang baik. Keuntungannya yaitu pengecilan distorsi TIM (transient intermodulation) dan sanggup menyetel bass dan treble secara mandiri. Bila Anda memakai sub woofer untuk jalan masuk bawah ini, dan harus mengubah dengan saklar diubah di bawah 100 Hz.


    Speaker woofer


    Daya power amplifier sebagai penggetar speaker woofer dipilih sesuai kebutuhan. Daya speaker Woofer perlu dilebihkan dari daya Power amplifier. Untuk ruang biasa daya amplifier yang cocok 20-30 Watt. Hendaknya dipilih power amplifier yang cocok untuk penggunaan nada rendah dan memiliki faktor damping besar.


    Speaker tweeter


    Bisa memakai tweeter atau dengan super tweeter, daya Power amplifier tweeter ini lebih kecil dari woofer.


    Pada crossover aktif ini ada yang dilengkapi dengan saklar untuk mengubah jalur frekuensi 100 Hz, kalau dipakai subwoofer pada output bunyi tengah dan treble dikombinasikan dengan crossover pasif. untuk jalan masuk bawah frekuensi 100 Hz dipakai kotak yang terpisah.


    Sistem tiga jalur


    Sistem ini seolah-olah dengan sistem 2 jalur, namun di sini nada tengah dipisahkan dengan grup band pass filter. Ada beberapa kemungkinan yang sanggup diambil mengenai pemasangan speaker:


    Pilihan pertama


    SP1 woofer, SP2 mid range, SP3 tweeter (tiga power amplifier).


    Pilihan kedua


    SP1 sub woofer, SP2 mid range, SP3 super tweeter, titik frekuensi peralihan 100 Hz ke bawah, 100Hz hingga 5Hz dan di atas 5 KHz (tiga power amplifier).


    Pilihan ketiga


    SP1 sub woofer, SP2 speaker lengkap (woofer, mid range, tweeter dengan cross over pasif), SP3 super tweeter . (dua power amplifier + satu crossover pasif tiga jalur).


    Persyaratan power amplifier sama dengan sistem 2 jalur. Penyetelan bunyi dilakukan melalui telinga pada sistem yang sudah terpasang. Tiap jalur frekuensi pada crossover aktif disetel mula-mula dari sisi ground (suara volume terkecil) diputar perlahan hingga detail bunyi terdengar paling baik. Penyetelan optimal didapat dengan memutarnya mundur sedikit dari posisi mula-mula.


    Sistem empat jalur


    Pada sistem empat jalur crossover aktif dibagi menjadi titik frekuensi peralihan masing-masing yaitu di bawah 100Hz (super bass), 100Hz hingga 500Hz (suara bass tengah), 500Hz hingga 5KHz (suara tengah) dan di atas 5KH bunyi tinggi (tweeter). Output crossover aktif empat jalur masing-masing diharapkan power amplifier yang dayanya berbeda dari daya terkecil tweeter hingga daya terbesar super woofer, juga diharapkan speaker yang diameternya berlainan pada masing-masing jalur frekuensi, diameter speaker terkecil tweeter dan diameter terbesar super woofer.


    Crossover aktif tiga jalur sanggup juga dikombinasi untuk keperluan empat jalur kalau spesifikasinya menunjang sistem empat jalur. Untuk menyetel biar detail bunyi mendekati bunyi natural sesudah semua peralatan dan tata kabel yang benar-benar ditata rapi, kalau tata kabel tidak rapi sanggup timbul osilasi dan distorsi yang sanggup menurunkan kualitas suara.


    source : wikipedia.org




    Sumber https://wirahadie.com