close

√ Ketentuan Dan Cara Praktik Solat Rawatib

Daftar Isi [Tutup]

    Ketentuan dan Cara Praktik Solat Rawatib – Shalat Rawatib ialah shalat sunnah yang waktu pelaksanaannya seiring dengan waktu pelaksanaan shalat fardhu. Shalat sunnah rawatib dibagi menjadi dua yakni shalat sunnah rawatib qobliyah dan shalat sunnah rawatib ba’diyah. Hukum melaksanakan shalat rawatib ialah sunnah yang berarti mendapat pahala bila mengerjakannya dan tidak mendapat ganjaran dosa bila meninggalkannya.


    Shalat rawatib menurut waktu pelaksanaannya dan bersifat sunnah mu’akad yakni :


    a. Shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat Shubuh atau biasa disebut Qobliyah Shubuh.

    b. Shalat sunnah dua rakaat sebelum dhuhur atau disebut dengan Qobliyah Dzuhur.

    c. Shalat sunnah dua rakaat sesudah shalat dhuhur yang disebut dengan shalat sunnah Ba’diyah Dzuhur.

    d. Shalat sunnah dua rakaat sesudah shala Maghrib yang disebut dengan shalat sunnah Ba’diyah Maghrib.

    e. Shalat sunnah dua rakaat sesudah shalat Isya yang disebut dengan shalat sunnah Ba’diyah Isya.


    Sedangkan shalat sunnah Rawatib yang bersifat Ghoiru mu’akkad ialah :


    a. Shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat dhuhur. Jika melaksanakan shalat sunnah qobliyah dhuhur sebanyak empat rakaat (dua rakaat salam), maka dua rakaat yang pertama lebih utama (mu’akad) dan dua rakaat berikutnya

    Dzuhur empat rakaat, maka dua rakaat pertama Mu’akkad dan dua rakaat berikutnya bersifat Ghoiru Mu’akkad.

    b. Shalat sunnah dua rakaat sesudah dhuhur, bagi yang melaksanakan shalat sunnah ba’diyah sebanyak empat rakaat (dua kali salam), maka shalat sunnah dua rakaat pertama lebih mempunyai keutamaan (muakad), sedangkan dua rakaat berikutnya bersifat Ghoiru Muakadd.

    c. Shalat sunnah empat rakaat sebelum shalat ashar yang disebut dengan qobliyah ashar.

    d. Shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat maghrib yang disebut shalat sunnah qobliyah maghrib.

    e. Shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat isya.



    style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
    data-ad-client="ca-pub-9290406911233137"
    data-ad-slot="2698768695">


    Cara Shalat Sunnah Rawatib


    Mengenai tata cara pelaksanaan shalat sunnah rawatib, tidak jauh berbeda dengan tata cara pelakanaan shalat yang lainnya. Hanya saja terdapat beberapa perbedaan dari sisi niat dan lainnya sebagai berikut :


    Niat Shalat Sunnah Rawatib


    Pada dasarnya niat ialah pekerjaan hati. Apabila hati berkehendak untuk melaksanakan ibadah, tentu itu sudah merupakan sebuah niat. Misalnya saja, seorang muslim hendak pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Karenanya dirinya melaksanakan beberapa persiapan diantaranya berwudhu, mengenakan pakaian yang suci dan menutup aurat, dan selanjutnya pergi ke masjid. Beberapa hal yang dilakukan seorang muslim tersebut dalam rangka ingin melaksanakan shalat subuh tentu merupakan aplikasi dari niat ingin melaksanakan shalat subuh berjamaah. Namun supaya lebih memantapkan hati, ada juga yang beropini bahwa niat tersebut harus dilafadzkan sebagaimana pola berikut :


    Contoh niat shalat subuh :


    Ussholli Sunnatash Shubhi Rok’ataini Qobliyyatan Lillaahita’aala. Artinya, saya niat shalat sunnah dua rakaat seselum shubuh alasannya ialah Allah Ta’ala.


    Mengenai shalat sunnah rawatibb yang lain, lafadznya diubahsuaikan dengan shalat sunnah rawatibnya. Misalnya shalat sunnah qobliyah dhuhur, niatnya menjadi “Ussholli Sunnatash Dhuhri…” dan seterusnya.


    Hadist Rasulullah SAW berkenaan dengan shalat sunnah rawatib ialah sebagai berikut :


    “Pada tiap antara dua adzan (adzan dan iqamat) ada shalat (sunnah), pada tiap adzan dan iqamat ada shalat (sunnah), pada tiap adzan dan iqamat ada shalat (sunnah) sesudah menyampaikan tiga kali, bagi siapa yang mau mengerjakannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).


    hadist Rasulullah SAW di atas menjelaskan bahwa kita sebagai seorang muslim dianjurkan untuk mau melaksanakan sunnah Rasululah Muhammad SAW secara khusus dalam hal ini ialah shalat sunnah Rawatib. Shalat sunnah rawatib juga diperlukan sanggup menjadi penyempurna segala kekurangan dalam shalat-shalat fardhu yang telah kita lakukan. Waallhualam.


    Sumber :

    http://sajadahmuslimku.blogspot.co.id/2014/07/tata-cara-shalat-sunnah-rawatib.html



    Sumber https://www.kakakpintar.id