close

√ Klarifikasi Wacana Passive Voice Lengkap

Daftar Isi [Tutup]

    Penjelasan Tentang Passive Voice Lengkap – Dalam bahasa Indonesia, passive voice disebut dengan kalimat pasif dimana kalimat ini meletakan orang atau benda yang bertanggung jawab atas agresi dalam kalimat tersebut di awal dan pelakunya atau aktornya diletakkan di simpulan dan kemudian diikuti oleh preposisi ‘by’. Kalimat pasif sanggup dibuat apabila kata kerja yang dipakai yaitu kata kerja transitif, yaitu kata kerja yang membutuhkan objek. Apabila kata kerja yang terdapat dalam kalimat aktifnya yaitu intransitive maka kalimat tersebut tidak sanggup dibuat dalam bentuk pasif.


    Kalimat pasif dibuat dari kalimat aktif dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini:


    1. Objek menjadi subjek.


    Contoh : Rendy writes a letter. -› A letter is written by Rendy.


    2. Menggunakan Verb 3 sebagai kata kerja dan didahului oleh to be.


    Contoh: A letter is written by Rendy.


    3. Kalimat pasif mempunyai teladan dasar namun diharapkan adaptasi susunan kalimat dan to be pada tenses yang digunakan:


    To be + past participle (Verb 3)


    Contoh:


    Simple Present Tense


    Aktif : Rendra plays jazz music. (Rendra memainkan musik jazz.)

    Pasif : Jazz music is played by Rendra. helped by Keenan. (Musik jazz dimainkan oleh Rendra.)


    Simple Past Tense


    Aktif : Jeya studied English yesterday. (Jeya berguru bahasa Inggris kemarin.)

    Pasif : English was studied by Jeya yesterday. (Bahasa Inggris dipelajari Jeya kemarin.)


    Simple Future Tense


    Aktif : My mother will cook chicken curry tomorrow. (Ibu saya akan memasak kari ayam besok.)

    Pasif : Chicken curry will be cooked by my mother tomorrow. ( Kari ayam akan dimasak oleh ibu saya besok.)



    style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
    data-ad-client="ca-pub-9290406911233137"
    data-ad-slot="2698768695">


    Present Continuous Tense


    Aktif : Lesti is singing religious song. (Lesti sedang menyanyikan lagu rohani.)

    Pasif : Religious song is being sung by Lesti. (Lagu rohani sedang dinyanyikan oleh Lesti.)


    Past Continuous Tense


    Aktif : Aisyah dan Riri were washing the car. (Aisyah dan Riri sedang mencuci mobil.)

    Pasif : The car was being washed by Aisyah and Riri. (Mobil sedang dicuci oleh Aisyah dan Riri.)


    Kapan dan dimana kalimat pasif biasanya digunakan?


    1. Apabila bintang film atau pelaku dalam kalimat tidak diketahui.

    Contoh: The silk cloth that I bought was made in India.

    2. Ketika kita ingin memperhalus atau menyamarkan pelaku/actor yang bertanggung jawab atas kejadian dalam kalimat. Hal ini umum dalam penulisan birokratis.

    3. Ketika kita membicarakan perihal fakta umum.

    4. Ketika kita ingin menekankan orang atau benda yang diberi aksi.

    Contoh:

    The drama was ended up by a happy ending.

    5. Ketika menulis goresan pena ilmiah, laporan laboratoriun, atau penelitian yang mana melibatkan metode dan prosedur. Biasanya, tugas kalimat pasif tersebut lebih menekankan pada penelitiannya, bukan pada penulisnya. Namun, beberapa tahun terakhir, terdapat perubahan dalam penulisan karya ilmiah dimana para penulis suka memakai kalimat aktif dan subjeknya diubah menjadi ‘we’. Tidak semua penulis mengikuti hal tersebut, tergantung dari preferensi penulis itu sendiri.

    Catatan:

    Kalimat pasif terkadang sanggup menyulitkan kita dalam penulisan ilmiah (penulisan akademis) alasannya kalimat pasif sanggup menyamarkan siapa yang bertanggung jawab atas insiden yang ditulis. Terlalu banyak kalimat pasif sanggup menjadikan banyak keraguan atau ketidakjelasan. Kalimat pasif akan tampak lebih panjang namun belum tentu lebih efektif. Penggunaan kalimat pasif yang tidak sempurna sanggup diubah menjadi kalimat aktif sehingga kalimatnya menjadi lebih efektif, lebih kuat, lebih pendek, dan lebih tepat.



    Sumber https://www.kakakpintar.id