Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Pengertian Ovarium, Struktur Anatomi Dan Fungsinya (Lengkap)

Konten [Tampil]

Pengertian Ovarium, Struktur Anatomi dan Fungsinya (Lengkap) – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan perihal Ovarium. Yang mencakup pengertian, struktur anatomi, fungsi dan efek usia terhadap pertumbuhan dan perkembangan ovarium dengan pembahasan lengkap dan gampang dipahami. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan secama.



Pengertian Ovarium, Struktur Anatomi dan Fungsinya (Lengkap)


Mari kita bahas pengertiannya terlebih dahulu dengan secama.


Pengertian Ovarium


Ovarium atau yang sering disebut juga dengan dinding telur ialah satu dari organ reproduksi pada perempuan yang fungsinya memproduksi sel telur dan hormon.


Manusia mempunyai sepasang atau dua buah ovarium, yang berada terletak di sebelah kanan dan kiri pinggul. Bentuk ovarium oval dengan ukuran panjang yaitu 4 cm, lebar 3 cm serta diameter sekitar 2 cm. Warna ovarium pada umumnya yaitu bubuk kemerahan dengan struktur permukaan yang tidak rata.


Struktur Anatomi Dan Bagian Ovarium

 Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan perihal Ovarium √ Pengertian Ovarium, Struktur Anatomi dan Fungsinya (Lengkap)


Ovarium tersusun atas tiga lapisan utama, yakni:


Bagian Permukaan

Adalah bab paling luar dari ovarium yang terdiri dari epitel kuboid selapis atau epitel germinal.


Korteks

Adalah bab yang berada setelah bab permukaan. Beberapa besar korteks tersusun atas jaringan ikat, korteks ialah daerah ditemukan sel folikel dan oosit.


Medulla

Adalah bab paling dalam dari ovarium yang tersusun atas jaringan neorovaskular.


Fungsi Ovarium


Ovarium mempunyai dua fungsi yakni fungsi reproduksi dan fungsi endrokrin.


Fungsi Ovarium Sebagai Organ Reproduksi


Di setiap ovarium akan mengalami perkembangan sel telur. Di proses itu, sel telur akan disertai beberapa kelompok sel yang dinamakan dengan sel folikel, yaitu sel yang mengandung cairan daerah tumbuhnya sel telur.


Perkembangan sel folikel lalu akan dirangsang oleh hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH). Dari masa embrio, telah terjadi perkembangan oogonium menjadi oosit, sedangkan oosit tidak akan berubah menjadi sel ovum matang hingga dimulainya masa pubertas.


Sesudah mulai memasuki masa pubertas, ovum yang telah matang akan dilepas sel folikel dan dikeluarkan ovarium ke uterus (rahim). Sel ovum atau sel telur siap dibuathi sel sperma pria.


Apabila sel telur tersebut tidak dibuahi, maka seorang perempuan akan mengalami masa menstruasi, yakni luruhnya dinding endometrium bersama dengan sel ovum yang tidak dibuahi.


Namun apabila sel telur/ovum berhasil dibuahi sel sperma, maka hasil dari permuan keduanya atau hasil pembuahan akan tumbuh dan berkembang pada uterus (rahim) menjadi embrio.


Fungsi Uterus Sebagai Kelenjar Endokrin


Ovarium mempunyai peranan dalam memproduksi ovum atau sel telur, dan juga ovarium mempunyai fungsi sebagai kelenjar endokrin. Ovarium sanggup menghasilkan dua hormon, yang mana kedua hormon tersebut mempunyai fungsi paling penting dalam menjaga kesehatan reproduksi dan kesuburan. Hormon itu ialah hormon estrogen dan hormon progesteron.


Hormon Estrogen


Hormon estrogen merupakan hormon sec yang utama sebagai perkembangan secual dan reproduksi. Dari kimianya, estron mengarah pada hormon yang tersusun atas estrone, estradiol, estiol. Fungsi dari hormon estrogen untuk perempuan antara lain:



  • Memberikan rangsangan perkembangan organ sec sekunder menyerupai pertumbuhan payudara, rambut kemaluan dan ketiak

  • Mengatur siklus menstruasi dan pengendalian pertumbuhan dinding rahim selama periode menstruasi.

  • Membantu tugas dalam pembentukan tulang dan juga pembekuan darah

  • Dapat mempengaruhi kulit, rambut, selaput lendir dan otot panggul.


Hormon Progresteron


Hormon progresteron merupakan hormon golongan steroid mempunyai fungsi penting yang berkaitan dengan siklus menstruasi, kehamilan dan perkembangan embrio. Adapun fungsi dari progresteron antara lain:



  • Mengubah dinding endometrium rahim untuk mempersiapkan daerah yang nyaman untuk pertumbuhan janin.

  • Menurunkan respon kekebalan tubuh perempuan selama terjadi proses pembuahan untuk menyiapkan kehamnilan.

  • Bekerja sama dengan hormon prolaktin untuk mematangkan payudara supaya sanggup memproduksi asi.

  • Meningkatkan gairah secual pada wanita

  • Membantu perkembangan saraf otak dan mempunyai tugas dalam kontribusi dan juga pemulihan cedera jaringan otak dari kerusakan.


Pengaruh Usia Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Ovarium (Indung Telur)


Ketika perempuan lahir ada 1-2 juta oosit yang pada ovariumnya, tetapi hanya sekitar 500 yang akan mengalami ovulasi, sisanya tidak sanggup dipakai atau mati dengan sendirinya.


Seiring pertambahan usia seseorang maka oosit ini jumlahnya akan semakin sedikit. Karena di masa menstruasi sel yang tidak dibuahi akan keluar dari tubuh. Apabila sel tersebut habis, maka seseorang perempuan akan memasuka periode menopause, yakni masa dimana tidak sanggup lagi mengalami menstruasi.


Gangguan Dan Penyakit Pada Ovarium


Gangguan dan penyakit yang sanggup terjadi pada ovarium antara lain ialah kista ovarium dan kanker ovarium


Kista Ovarium


Adalah kantung pada atau mengandung cairan (kista) di dalam atau pada permukaan ovarium. Kista ovarium seringkali hilang dalam waktu beberapa bulan, tetapi apabila tidak hilang sanggup mengakibatkan komplikasi.


Beberapa besar kista ovarium tidak memunculkan gejala. Di beberapa kasus, tanda-tanda kista ini antara lain sepersi menstuasi tidak teratur, nyeri dikala berafiliasi secual atau buang air besar tidak teratur.


Pada umumnya kista akan sembuh dengan sendirinya. Apabila tidak sembuh maka harus segera ditangani dengan penggunaan pil KB atau operasi.


Kanker Ovarium


Adalah jenis kanker yang seringkali tidak terdeteksi hingga telah menyebar di dalam panggul dan perut. Pada stadium akhir, kanker ovarium lebih sulit diobati dan sanggup mengakibatkan sesuatu yang fatal.


Kanker ovarium biasanya tidak menawarkan tanda-tanda di awal. Tahap lanjut dihubungkan dengan beberapa tanda-tanda tetapi tanda-tanda kanker ovarium ini mungkin tidak spesifik, menyerupai hilangnya nafsu makan dan menurunnya berat badan. Untuk melaksanakan pengobatan kanker ovarium sanggup dengan melaksanakan tindakan operasi atau kemoterapi.


Demikianlah telah dijelaskan perihal Pengertian Ovarium, Struktur Anatomi dan Fungsinya (Lengkap), supaya sanggup menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id