close

√ Pengertian Seni Sastra, Fungsi, Ciri, Manfaat, Unsur Dan Jenisnya

Daftar Isi [Tutup]

    Pengertian Seni Sastra, Fungsi, Ciri, Manfaat, Unsur dan Jenisnya – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan wacana seni sastra. Yang mencakup pengertian seni sastra, fungsi seni sastra, ciri-ciri, manfaat, unsur, jenis-jenis seni sastra yang dibahas dengan lengkap dan ringan.



    Pengertian Seni Sastra, Fungsi, Ciri, Manfaat, Unsur dan Jenisnya


    Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan secama.


    Pengertian Seni Sastra


    Sastra atau kesustraan yaitu salah satu bentuk seni yang menampilkan keindahan tutur kata serta cerita.


    Dari pengertian secara umum diatas, berikut ini kami juga sertakan pengertian seni sastra menurut dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).


    Pengertian Seni Sastra Menurut KBBI adalah:



    • Seni Sastra

      Seni sastra berasal dari dua kata yaitu seni dan sastra. Seni artinya ungkapan perasaan insan yang mempunyai nilai keindahan. Sedangkan sastra yaitu kata serapan yang berasal dari Bahas Sanksekerta yang artinya panduan, pedoman atau perintah dalam bentuk teks atapun suara. Kaprikornus sanggup disimpulkan bahwa, seni sastra yaktni suatu goresan pena atau kisah yang berasal dari ungkapan perasaan insan yang mempunyai nilai keindahan.

    • Seni Sastra atau Kesusastraan

      Seni sastra atau kesusastraan merupakan sesuau yang berbentuk goresan pena ataupun kisah yang mempunyai nilai seni dan budaya yang menampilkan keindahan tutur dan bahasa untuk memberikan makna tertentu.

    • Sastra

      Sastra yaitu bahasa yang digunakan dalam kitab-kitab dan bukan merupakan Bahasa sehari-hari. Selanjutnya sastra sanggup juga diartikan sebagai karya tulis yang apabila dibandingkan dengan goresan pena lain mempunyai banyak sekali ciri keunggulan, ibarat keaslian, keartistikan dan juga keindahan dalam isi ataupun ungkapannya.


    Fungsi Seni Sastra


    Fungsi dari seni sastra yaitu sebagai berikut:




    • Menyampaikan Pesan Moral


      Dalam suatu karya sastra terselip pesan moral dibeberapa belahan ibarat di awal, tengah atau simpulan karya. Pesan moral itu ada yang penyampaiannnya secara eksklusif dan ada juga yang secara sembunyi-sembunyi. Tujuannya yaitu supaya pembaca atau penikmat karya sastra tersebut mempunyai pandangan atau akan bertindak dan perilakukan ibarat undangan dari pembuat karya sastra.



    • Menyampaikan Kritik


      Terdapat pula karya sastra yang memang disengaja dibentuk untuk memberikan kritik yang bersifal kritik sosial, ekonomi, politik dan juga lain sebagainya. Hal tersebut mempunyai tujuan supaya penikmat sastra mempunyai kesadaran wacana kritik tersebut dan menindaklanjuti.



    • Menjadikan Rasa Nasionalisme Bangkit


      Sastra membangun rasa nasionalisme melalui sugesti yang dibangkitkan dari dalam para penikmatnya kemudian sugesti itu diperkuan dengan ditanamkan nilai dan semangat kebangsaan dan juga nasionalisme.



    • Pelestarian Budaya


      Sastra yaitu salah satu sarana untuk melestarikan budaya yakni budaya yang asalnya dari ekspresi kemudian diabadikan dengan tulisan.



    • Sarana Pendidikan


      Secara tidak langsung, seseorang yang menikmati karya sastra juga mempelajari nilai, norma serta aliran kebijaksanaan pekerti yang luhur.



    Ciri-Ciri Seni Sastra


    Ciri-ciri dari seni sastra yaitu sebagai berikut:



    • Seni Sastra Berupa Bahasa

      Seni sastra yang berbentuk bahasa mempunyai maksud sastra berbentuk ungkapan, kata-kata, kisah maupun gaya bahasa.

    • Seni Sastra Berupa Ungkapan Perasaan

      Seni sastra berbentuk ungkapan perasaan mempunyai maksud sastra berbentuk kitab, buku, goresan pena maupun karangan.

    • Seni Sastra Yang Tertuan Dalam Gagasan Atau Nilai

      Seni sastra yang tertuan dalam gagasan atau nilai, mempunyai maksud sastra berbentuk ajaran, pedoman, perintah ataupun pendidikan.


    Manfaat Seni Sastra


    Adapun manfaat dari seni sastra yaitu sebagai berikut:



    • Menampilkan kebenaran hidup berupa kisah yang ada didalamnya.

    • Memperkaya rohani penikmatnya. Yang pada umummnya sastra menyisakan nilai dan pesan untuk penikmatnya menjadikan sanggup memperkaya rohani penikmat sastra tersebut

    • Melewati batas bangsa dan zaman. Karya sastra suatu negara juga sanggup populer di negara lain Karya sastra juga tetap hidup walaupun sudah ditulis ratusan tahun lalu.

    • Bahasa yang disajikan dalam sastra indah dan juga menarik. Dengan bahasa yang menarik seringkali karya sastra menggunakan kalimat yang santun sehingga akan menempel pada penikmat sastra tersebut.

    • Sastra berisikan kebudayaan sehingga sanggup menjadikan para penikmatnya menjadi insan yang lebih berbudaya.


    Unsur-Unsur Seni Sastra


    Unsur-unsur dari seni sastra antara lain sebagai berikut:


    Unsur Intrinsik Seni Sastra


    Unsur intrinsik yaitu unsur yang menjadi efek dari seni sastra yang ada didalam seni sastra itu sendiri, unsur intrinsik seni sastra antara lain:



    1. Tema: yaitu pokok duduk masalah yang ada didalam cerita

    2. Amanat: yaitu pesan yang hendak disampaikan oleh pengarang terhadap pembaca

    3. Karakter/perwatakan: Adalah tokoh dalam cerita, aksara tersebut sanggup dibagi menjadi:

      • Tokoh Utama: yaitu tokoh yang menjadi sorotan utama dalam cerita

      • Tokoh pembantu: yaitu tokokh yang menjadi pendamping tokoh utama

        Jika dilihat dari aksara baik atau buruknya, tokoh dibedakan menjadi tokoh protagonis (buruk) dan antagonis (baik)



    4. Konflik: Adalah permasalahan yang dialami oleh aksara didalam cerita. Konflik dibagi menjadi 2 jenis yaitu konflik internal (konflik yang tidak melibatkan tokoh lain) dan konflik eksternal (konflik yang melibatkan tokoh lain)

    5. Setting/latar: yaitu keterangan suatu tempat, waktu, dan suasana

    6. Plor/Alur: yaitu jalan kisah di dalam karya dari awal hingga akhir

    7. Simbol: yaitu penggunaan karya sastra sebagai wakil suatu hal yang sifatnya abstrak

    8. Sudut Pandang: yaitu perwujudan aksara tokoh oleh penulis dalam cerita. Sudut pandang dibagi menjadi: Orang pertama (aku atau saya), Orang kedua (kamu), Orang ketiga (mereka atau dia)


    Unsur Ekstrinsik Seni Sastra


    Unsur ekstrinsik karya sastra yaitu unsur yang membentuk suatu karya sastra dari luar. Umumnya unsur ini berbentuk latar belakang kehidupan penulis, keyakinan dan cara pandang penulis, tabiat istiadat, situasi politik, sejarah dan juga ekonomi yang terdapat didalam karya sastra.


    Jenis-Jenis Seni Sastra


    Jenis-Jenis dari seni sastra antara lain:


    Prosa


    Prosa merupakan karya sastra yang berupa uraian yang penyampaiannya dengan bahasa yang bebas dan tidak terikat dengan irama, diksi, rima dan kemerduan bunyi atau kaidah dan juga pedoman kesusastraaan lainnya. Jenis goresan pena ini seringkali digunakan dalam prosa atau jenis goresan pena yang dideskripsikan menurut fakta atau ide.


    Prosa sanggup digunakan untuk surat kabar, novel, majalah, ensiklopedia serta berbabagai jenis media lainnya. Prosa dibedakan menajadi 4 jenis, yakni:



    • Prosa Naratif

    • Prosa Deksriptif

    • Prosa Eksposisi

    • Prosa ArgumentasiAda dua bentuk prosa, yakni:

      Roman

      Roman yaitu kisah yang berkisah wacana tokoh secara keseluruhan dari lahir hingga dengan simpulan hayatnya.

      Novel

      Novel yaitu kisah yang berkisah wacana sebagian kehidupan dari tokoh


     Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan wacana seni sastra √ Pengertian Seni Sastra, Fungsi, Ciri, Manfaat, Unsur dan Jenisnya


    Puisi


    Puisi yaitu karya sastra yang penguraiannya menggunakan diksi atau kata pilihan. Pada umumnya puisi secara tidak langung, puisi sanggup menjadikan kecenderungan dari seseorang yang mempertajam kesadaran dengan bahasa  yang mempunyai irama, dan arti khusus. Contohnya yaitu puisi yaitu ibarat sajak, pantung dan balada


    Berdasarkan isinya, seni sastra dibagi menjadi empat yakni:



    1. Epik

      Epik yaitu karangan yang menggambarkan sesuatu secara objektif  tanpa mengikuti pikiran dan perasaan pribadi pengarang.

    2. Lirik

      Lirik yaitu karangan yang berbentuk curahan perasaan pengarang secara subjektif

    3. Didaktif

      Didaktif yaitu karya sastra yang isinya berupa pesan moral, tata krama, agama dan lain sebagainya

    4. Dramatik

      Dramatik yaitu karya sastra yang isinya suatu tragedi yang menggambarkan yang berlebihan.


    Berdasarkan Sejarahnya, karya sastra dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:



    1. Sastra Lama

      Sastra usang yaitu jenis karya sastra yang dibentuk oleh sastrawan yang berada di zaman kerajaan atau dimana belum ada pergerakan nasional. Sastra usang terdiri atas pantun, dongeng, dan hikayat.

    2. Sastra Modern

      Sastra modern yaitu sastra yang berkembang dalam kehidupan masyarakat modern. Karya sastra tersebut lahir sehabis munculnya pergerakan nasional. Sastra modern antara lain puisi, prosa, cerpen, novel, roman dan juga drama.


    Demikianlah telah dijelaskan wacana Pengertian Seni Sastra, Fungsi, Ciri, Manfaat, Unsur dan Jenisnya, biar sanggup menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel kami lainnya.



    Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id