close

√ Pengertian Jaringan Cukup Umur Pada Tumbuhan, Ciri, Fungsi Strukturnya

Daftar Isi [Tutup]

    Pengertian Jaringan Dewasa Pada Tumbuhan, Ciri, Fungsi & Strukturnya – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan wacana jaringan sampaumur pada tumbuhan. Yang mencakup pengertian jaringan sampaumur pada tumbuhan, fungsi, struktur dan ciri-ciri jaringan sampaumur yang dibahas dengan lengkap dan ringan. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan secama.



    Pengertian Jaringan Dewasa Pada Tumbuhan, Ciri, Fungsi & Strukturnya


    Mari kita bahas pengertian jaringan sampaumur terlebih dahulu


    Pengertian Jaringan Dewasa


    Jaringan sampaumur yiatu jaringan flora yang tersusun atas sel-sel yang berhenti membelah dan sudah mengalami diferensiasi


    Ciri-Ciri Jaringan Dewasa


    Adapun ciri-ciri atau karakteristik dari jaringan sampaumur adalah



    • Mempunyai ibarat tidak adanya acara pembelahan sel

    • Ukuran selnya lebih besar dari sel meristematik

    • Kadang selnya sudah mati

    • Ada ruang antar sel

    • Dinding sel mengalami penebalan sesuai dengan fungsinya

    • Sitoplasma dan vakuolanya besar


    Fungsi Jaringan Dewasa


    Menurut Fungsinya jaringan sampaumur dibedakan menjadi empat macam, yaitu jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penguat dan jaringan pengangkut.


    Jaringan Pelindung


    Jaringan pelindung pada flora tersusun atas jaringan epidermis dan jaringan gabus. Fungsi dari jaringan pelindung yaitu melindungi flora dari efek luar yang merugikan.


    Jaringan Epidermis


    Jaringan epidermis yaitu jaringan terluar dan menyelubungi permukaan badan tumbuhan. Pada umumnya jaringan epidermis tersusun atas satu lapis sel dengan susunan rapat tanpa ruang diatara selnya. Jaringan epidermis memiliki fungsi sebagai pelindung bab atau jaringan dalam badan flora dari efek jelek lingkungan atau patogen, penyerap air dan mineral (terutama tempat akar dan daun), menyekresi lapisan lilin atau kutikula yang sanggup mencegah evaporasi (pada batang dan daun).


    Ciri-Ciri Jaringan Epidermis:


    Ciri-ciri dari jaringan epidermis ialah sebagai berikut:



    • Tersusun atas satu sel yang susunannya atas sel-sel hidup dan tersusun rapat sehingga tidak ditemukan ruang antar sel.

    • Bentuk, ukuran serta susunannya sangat banyak (secara umum bentuknya persegi panjang)

    • Tidak berklorofil, selain epidermis flora paku

    • Dinding sel jaringan epidermis pada bab luar yang berbatasan dengan udara melaksanakan penebalan, tetapi dinding sel epidermis di bab dalam yang berbatasan dengan jaringa lain tetap tipis

    • Bisa mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis. Misalnya:

    • Stomata (mulut daun). Fungsi dari stomata ialah sebagai jalan masuk keluar masuk oksigen dan karbon dioksida

    • Trikomata (rambut-rambut). Fungsi dari trikomata ialah untuk melindungi semua permukaan tumbuhan

    • Spina (duri). Ini adanya pada beberapa jenis flora misalnya pada mawar dan bunga kertas

    • Velamen atau epidermis ganda. Adanya pada akar gantung

    • Sel Kipas. Sel kipas adanya pada beberapa jenis flora dan letaknya pada bab atas permukaan daun. Fungsi dari sel kipas ialah untuk mengurangi penguapan

    • Sel kersik. Adalah sel yang menciptakan permukaan batang flora menjadi keras. Contoh sel kresik yaitu pada flora tebu


    Jaringan Gabus


    Jika batang sudah besar, epidermis menjadi terhimpit dan hasilnya pecah dan rusak. Kemudian, epidermis tidak aktif lagi dan fungsinya tergantikan oleh jaringan gabus. Jaringan gabus dibagi menjadi 3 macam yaitu Eksodermis, Endodermis, dan Peridermis. Di bab peridermis ada felem, felogen dan feloderm.


    Jaringan Dasar (Parenkim)


    Jaringan parenkim atau jaridan dasar alasannya ialah letaknya pada semua bab tumbuhan. Ciri-ciri jaingan dasar atau jaringan parenkim adalah:



    • Sel susunannya renggang mengakibatkan memiliki banyak ruang antarsel. Ruang antarsel ini digunakan sebagai pertukaran gas.

    • Dinding selnya tpisi dan bervakuola besar sebagai penyimpan masakan cadangan

    • Bentuk selnya polihedral atau segi banyak


    Jenis-Jenis Jaringan Parenkim


    Menurut Fungsinya, jaringan parenkim dibagi menjadi lima jenis yakni:



    • Parenkim Asimilasi

      Adlaah jaringan parenkim yang fungsinya memproduksi zat masakan melewati proses fotosintesis alasannya ialah mengandung klorofil. Contoh parenkim asimilasi ialah parenkim palisade (jaringan pagar) dan parenkim spons (bunga karang) pada daun

    • Parenkim Pengangkut

      Adalah parenkim yang adanya pada sekitara jaringan pengangkut. Sel parenkim pengangkut bentuknya memanjang mengikuti arah pengangkutnya

    • Parenkim Penimbun

      Adalah jaringan parenkim yang fungsinya sebagai penyimpan masakan cadanga berupa gula, tepung, lemak dan protein. Parenkim penimbun adanya di empulur batang dan akar, umbi, umbi lapis, biji dan akar rimpang

    • Parenkim Air

      Adalah jaringa parenkim yang fungsinya menyimpan air. Pada umumnya parenkim air adanya di flora yang hidup di tempat kering (xerofit), flora epifit, dan flora sekulen

    • Parenkim Udara (aerenkim)

      Adalah jaringan parenkim yang fungsinya sebagai penyimpan udara. Parenkim udara sanggup ditemukan di tanmana anggrek, batang teratai, batang talas, dan batang genjer.


    Menurut Bentuknya, jaringan parenkim dibagi menjadi empat jenis, yaitu:



    • Parenkim Palisade

      Adalah parenkim penyusun mesofil daun yang bentuknya silindris atau memanjang, tegak dan terdapat kloroplas

    • Parenkim Bunga Karang

      Adalah parenkim penyusun mesofil daun yang sel penyusunnya memiliki bentuk dan ukuran yang tidak teratur dengan ruang antarsel relatif lebih besar

    • Parenkim Lipatan

      Adalah parenkim yang dinding selnya mengalami lipatan ke arah dalam dan mengandung banyak kloroplas. Parenkim lipatan sanggup dijumpai pada mesofil daun pinus dan padi

    • Parenkim Bintang

      Adalah parenkim yang bentuknya ibarat bintang dan saling sambung di bab ujungnya, parenkim ini sanggup dijumpai pada tangkai daun Canna sp.


    Pengertian Jaringan Dewasa Pada Tumbuhan √ Pengertian Jaringan Dewasa Pada Tumbuhan, Ciri, Fungsi  Strukturnya


    Jaringan Penguat (Mekanik)


    Jaringa penguat atau jaringa mekanik di flora memiliki fungsi sebagai pengokoh badan tumbuhan. Menurut bentuk dan sifatnya, jaringan penguat dibagi menjadi:



    • Jaringan Kolenkim

      Ciri-ciri jaringan kolenkim adalah:



      • Terdiri atas sel-sel hidup. Seringkali dijumpai pada bab bawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga, ibu tulang daun dan buah. Jaringan kolenkim jarang terdapat di akar

      • Dinding sel tidak mengandung lignin, tetapi mengandung selulosa, pektindan hemiselulosa ialah penguat pada organ flora yang masih muda atau bab badan flora yang lunak

      • Adalah jaringan penguat utama pada organ flora yang masih aktif mengalami pertumbuhan dan perkembangan



    • Jenis-jenis Jaringan Kolenkim

      Menurut letak dan bentuk penebalannya, jaringan kolenkim dibagi menjadi tiga, yaitu:



      • Kolenkim Angular (kolenkim sudut)

        Adalah penebalan dinding di sudut sel dan memanjang seusuai sumbu sel. Contoh kolenkim angular adanya pada daun Vitis, Begonia, dan Solanum tuberosum

      • Kolenkim Lamelar (kolenkim papan)

        Adalah penebalan dinding pada dinding tangensial (sejajar permukaan) sampai bentuknya serupa papan yang berderet. Contoh kolenkim lamelar sanggup ditemukan di korteks batang Sambucus

      • Kolenkim Tubular (lakunar)

        Adalah penebalan di dinding yang mengarah ke ruang antarsel. Contoh kolenkim tubular adanya pada tangkai daun Salvia.




    Jaringan Sklerenkim


    Ciri-ciri Jaringan Sklerenkim:



    • Tersusun atas sel-sel mati dengan dinding sel tebal

    • Adanya hanya pada organ flora yang tidak lagi mengalami pertumbuhan dan perkembangan

    • Mempunyai dinding sekunder yang tebal dan tersusun atas linginJaringa sklerenkim tersusun atas serabut sklerenkim dan sklereid. Serabut sklerenkim ialah berbentuk benang panjang dalam berkas pengangkut. Seringkali serabut sklerenkim ialah seludang yang berkaitan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang tersebar di dalam xilem dan floemDan Sklereid (sel batu), adanya pada seluruh bab flora utamanya dalam kulit kayu, pembuluh tapis, buah, dan biji. Sklereid yang ada soliter di antara sel lainnya disebut idioblas. Sel sklereid juga sanggup terhimpun menjadi kelompok sel keras di atara sel parenkim disekelilingnya.


    Jaringan Pengangkut


    Menurut bentuk dan sifatnya, jaringan pengangkut dibagi menjadi:



    • Xilem

      Xilem atau disebut juga pembuluh kayu memiliki fungsi sebagai pengangkut air dan unsur hara dari akar menuju daun. Sel penyusun xilem seringkali sudah mati dengan dinding sekunder yang lebih tebal tersusun atas lignin sebagai jaringan penguat. Xilem tersusun atas trakeal (trakea dan trakeid), serabut xilem, dan parenkim xilem.

    • Floem

      Floem atau disebut juga pembuluh tapis memiliki fungsi sebagai pengangkut dan pengedar zat masakan dari hasil fotosintesis dari daun menuju semua bab tumbuhan. Floem tersusun atas banyak sekali macam bentuk sel hiduo dan mati yang mencakup unsur kibral (sel-sel tapis dan komponen buluh tapis), sel pengantar, sel albumin, parenkim floem dan serabut floem.


    Demikianlah telah dijelaskan wacana Pengertian Jaringan Dewasa Pada Tumbuhan, Ciri, Fungsi & Strukturnya semoga sanggup menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel kami lainnya.



    Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id