Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Pengenalan Jenis Metafora Dalam Semantik (Penjelasan Lengkap)

Konten [Tampil]

Pengenalan Jenis Metafora dalam Semantik (Penjelasan Lengkap) – Banyak penganalisis metafora melakukan pembagian jenis metafora secara berbeda bergantung dari sudut pandangnya. Salah satu teori yag banyak diikuti untuk memilih jenis-jenis metafora ialah pembagian atau penjenisan metafora berdasarkan Ullman (1962).



Pengenalan Jenis Metafora dalam Semantik (Penjelasan Lengkap)


Menurut Ullman (1962: 213-214) membedakan jenis metafora atas empat katagori, (1) Metafora antropomorfik (anthropormic metaphor), (2) Metafora kehewanan (animal metaphor), (3) Metafora dari positif ke aneh (from concert to abstract), (4) Metafora sinestesis (synesthetic metaphor). Ada pun klarifikasi dari jenis-jenis metafora ialah sebagai berikut.


Jenis-Jenis Metafora


Berikut ini ialah jenis-jenis metafora yang dijelaskan dengan sangat lengkap.


1. Metafora antropomorfik (anthropormic metaphor)


Dalam hal ini Ullman menyatakan sebagian besar tuturan atau verbal yang mengacu pada benda-benda tidak bernyawa dilakukan dengan mengalihkan atau memindahkan dari badan insan atau bagian-bagiannya, dari makna atau nilai dan nafsu-nafsu yang dimiliki manusia.


Jadi, pada dasarnya penciptaan metafora antropomorfik bertolak dari badan atau belahan badan insan atau nilai/makna dan nafsu-nafsu kesenangan yag dimiliki manusia. Kemudian, dialihkan /ditransfer untuk beda-beda yang sesungguhnya tidak hidup atau tidak bernyawa dipersepsi/dipahami sebagai hidup atau bernyawa. Ungkapan metaforis ibarat itu yang dikenal dengan gaya personifikasi.


Contoh:



  • Pohon nyiur melambai-lambai

  • Cintanya bersungut-sungut.

  • Tama itu ialah paru-paru kota.


2. Metafora kehewanan (animal metaphor)


Jenis metafora ini memakai binatang atau belahan badan binatang atau sesuatu yang berkaitan dengan binatang untuk pencitraan sesuatu yang lain. Pada umumya didasarkan atas kemiripan bentuk yang cukup terang sehingga kurang menghasilkan daya ekspresifitas yang kuat.


Contoh:



  • Untuk mengumpat atau memarahi seseorang sebab perbuatannya digunakan tuturan metaforis “anjing, babi, kerbau kamu”. Dalam konteks ini seseorang dipadankan sebagai “babi atau anjing” sebab adab atau perbuatannya.

  • Contoh lain ialah “telur mata sapi”


3. Metafora dari positif ke aneh (from concert to abstract)


Metafora jenis ini sanggup dinyatakan sebagai kebalikan dari hal yang aneh atau samar diperlakukan sebagai sesuatu yang bernyawa sehingga sanggup berbuat secara positif atau bernyawa.


Contoh:



  • “bintang pelajar, bintang lapangan”


Seseorang siswa yang cerdas di sekolah (sebagai sesuatu yang konkret/nyata) dinyatakan sebagai bintang pelajar (sebagai sesuatu yang samar atau abstrak).


4. Metafora sinestesis (synesthetic metaphor)


Metafora jenis ini pada dasarnya ialah suatu pemindahan atau pengalihan dari pengalaman yang satu ke pengalaman yang lain, atau dari balasan yang satu ke balasan yang lain. Misalnya, “kulihatsuara”. Secara umum bunyi ialah sesuatu yang bisa  didengar. Namun, dalam tuturan ini “suara” diperlakukan sebagai sesuatu yang sanggup dilihat.


Contoh:



  1. Kehadirannya disambut dengan senyuman manis.

  2. Matanya sejuk menatapku.

  3. Pahit getirnya kehidupan.


Jenis lain dari Metafora


Penjenisan lain dari metafora yang dilakukan oleh Michael C. Halay (dalam Abdul Wahab, 1995 dalam Subroto, 2011). Halay menghadirkan suatu perspektif yag luas kaitanya dengan katagori semantik yang mencerminkan ruang persepsi insan perihal kehidupan. Rentang itu meliputi,



  • Being (ke-ada-an) merupakan katagori semantik yang berkaitan dengan konsep atau pengalaman insan yang abstrak. Kemetaforaannya ada dalam susunan prediksi yang mencakup hubungan dengan sesuatu yang lain.

    • Contoh: pulang kembali saya padaMu ibarat dulu



  • Kosmik (alam semesta) ialah tataran di bawah being atau ruang persepsi insan di bawah being. Ciri cosmos ini ialah ruang yang berada di jagad raya.

    • Contoh: dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi.



  • Energi, katagori ini bersifat ada dan menempati suatu ruang, merupakan sumber kekuatan ibarat angin, udara, cahaya, api, yang memberi sifat dinamis.

    • Contoh: Angin dan cinta mendesah dalam gerimis.



  • Substansi atau zat yag bersifat lembam. Sesuatu yang bersifat zat itu sanggup berubah bentuk baik sebab mencair mengalami perubahan fisik, darisesuatu yang belum mencair menjadi mencair.

    • Contoh: menggumpal, mengkristal, memerah, menghitam, menipis, menggurita.



  • Terrestrial (hamparan terikat bumi) ialah hamparan terikat bumi ibarat samodra, sungai, gunung.

    • Contoh: dan di cakrawala, di dalam hujan kulihat diriku yang dulu hilang.



  • Objek atau benda-benda baik positif atau abstrak, dapat, dipegang, diraba, dan dipindahkan, sanggup pecah.

    • Contoh: Tubuhnya lilin tersimpan di keranda



  • Flora atau living ialah sesuatu yang sanggup tumbuh, berkembang biak, atau mati. Sekalipun tanaman itu hidup, namun tidak sanggup berbuat sendiri dengan segaja ibarat halnya golongan fauna atau manusia.

  • Fauna termasuk katagori animate (bernyawa) di dalam semantik digunakan salah satu ciri, yaitu dikenakan pada suatu benda yang bernyawa, dalam arti hidup, tumbuh, berkembang, mati yang biasanya dipisahkan untuk dunia tumbuhan, hewan, dan manusia.

    • Contoh: Nyawanya kijang diburu terengah-engah.



  • Manusia termasuk katagori mempunyai kemampuan berpikir, berinisitaif, berperasaan, bergerak, berjalan, tumbuh, berkembang, mempunyai cita-cita, mempunyai rasa malu, rasa takut, rasa estetik.

    • Contoh: merataplah semua meratap/kerna yang mati menggenggam dendam.




Pengenalan Jenis Metafora dalam Semantik  √ Pengenalan Jenis Metafora dalam Semantik (Penjelasan Lengkap)


Konsep dan gaya metafora sering dikaitkan dengan metonimia. Menurut Harimurti Kridalaksana (1982: 107) dalam Subroto (2011: 137) metonimia ialah pemakaian nama untuk benda lain yang berasosiasi atau menjadi atributnya. Misalnya “si beling mata” sebutan ini digunakan untuk seseorang yang berkaca mata. Leech (1976: 216-217) mengaitkan pembicaraan mengenai metonimia dengan transfer semantik dan konversi.


Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai Pengenalan Jenis Metafora dalam Semantik (Penjelasan Lengkap), biar artikel diatas sanggup bermanfaat abgi kita semua. Terimakasih 🙂



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id